Cerpen 1
Alhamdulillah …. Aku masih diberi kesempatan hidup hari ini, terima kasih ya Allah sahutku sesaat setelah terbangun dari lelap ..
Kubergegas mengambil air wudhu dan shalat, aku terlarut dalam do’a untuk semua orang yang aku sayangi …
Kewajiban lainnya telah menunggu, menyiapkan sarapan untuk suami dan anak anakku tercinta … walaupun ada seorang yang membantuku untuk menyelesaikan semua pekerjaan rumah tangga, tapi buatku yang satu ini tak boleh diambil alihnya karna aku ingin suami dan anak anak mengenal rasa masakan ibunya sendiri … walau terkadang sedikit kurang garam atau kelebihan gara ( asin), tapi itu selalu memotifasiku untuk berbuat yang lebih baik lagi ….
Tak lama berselang bel rumah berbunyi, seorang yang membantuku datang …
“assalamu’alaikum …” sahutnya
“wa’alaikum salam …” segera kubukakan pintu dan memprsilahkannya masuk
“Anak anak masih tidur ya bu kok sepi” sahutnya lagi
“ iya “ jawabku singkat sambil menaruh sarapan dibeberapa piring untuk anak anak dan suami
“ bunda …. Muah “ kecupan sulungku yang baru terbangun, tak lama adik adiknya pun menyusul dan mereka bersiap untuk makan …
“ eit wudhu dulu dong, terus shalat baru boleh makan “ sambil kupencet hidungnya yang bangir
“ ahh … iya deh “ mereka pun berlalu walau sedikit menggerutu
Beberapa saat kami pun berbincang sambil menikmati sarapan pagi
Suami terlebih dulu pamit kerja “ ayah berangkat dulu ya !! diciuminya semua anak anak dan kucium tangannya dan diapun mengecup keningku “
Kami selalu mengucap kata yang sama “ hati hati ayah “ “ barakallah “ do’aku dalam hati
“iya” sahutnya sambil tersenyum
“mandi .. mandi .. mandi yu siapa yang mau dimandikan bunda …”
“aku .. aku .. aku …” mereka memang selalu berebut ingin mendapat giliran pertama
“sabar … dong tunggu giliran “ aku berkata sambil menahan badanku yang hampir terjatuh karena ulah mereka yang saling dorong … jadi ‘gr’ direbutin mereka neh
Tak lama setelah mereka siap dengan seragam yang lengkap mereka menunggu sambil membaca
Tet … tet … jemputan sekolah sulungku tiba di depan rumah .. seperti biasa si sulung ngerajuk aku tuk mengantarkannya sampai depan pintu mobil dan sesaat dia pun pergi setelah mencium tanganku dan aku mencium keningnnya
‘ barakallah’ kata yang kuucap untuknya …
“ dadah bunda “ sahutnya …
“ hati hati ya sayang … “
Rutinitas pagiku masih padat hmm anakku yang kedua belum lagi di jemput oleh jemputan yang lainnya karena memang mereka berbeda sekolah .. sesaat jemputannya datang dan diapun memintaku tuk mengantarnya sampai di depan pintu mobil, dia mencium tanganku begitupun aku mencium keningnnya
“ barakallah, hati hati sayang ..” ucapku
dia pun berkata “ dadah bunda !!! muach ….” memang anakku yang satu ini lebih pandai mengungkapkan perasaan …
sesaat kemudian si kecilpun tak mau kalah tuk mita perhatianku dia memintaku tuk menyetelkan film favorite nya … teletubbies dengan sebutan “ aaoo .. aaoo ..” jari mungilnya menunjuk pada dvd player yang kami miliki …
biasanya dia menghabiskan semangkuk kecil sarapannya sambil menonton … ini satu siasatku
beberapa saat kemudian si kecil pun tertidur dan inilah saatku tuk meneruskan ‘pr’ku yang lain yaitu membaca buku ” catatan hati seorang istri “ bukunya mba asma nadia yang selalu membius pembacanya .. akupun terlarut lama hingga suara telpon genggamku berhasil menggugahku tuk beranjak ..
“ assalamu’alaikum .. “ kata yang kuucap
“wa’alaikum salam .. dengan syakilla ya” sahutnya
“ iya betul, maaf dengan siapa saya bicara” sahutku kemudian karena aku tak mengenal nomornya
“ ini aku orang yang pernah kena tamparanmu, masih ingat ga? “
Sejenak fikiranku meng”eksplor” masa lalu yang sudah lama aku lupakan … dan seketika itu aku ingak seebuah nama …
“ oya aku ingat ada perlu apa ya? “ sahutku tanpa banyak basa basi …
“ nggak sya, aku hanya mau minta maaf padamu, walaupun kejadian itu sdh hmpr 15 tahun lamanya tp itu masih membuatku merasa bersalah padamu, aku sadar kalau aku sudah hampir membuatmu ‘tersentuh’ kumohon maafkan aku “ sahutnya …
“ sudahlah semua sudah aku maafkan dan aku juga sudah melupakannya, semoga hidupmu akan lebih baik “ sahutku “ maaf ya aku gak bisa bicara lama denganmu karena aku harus menjemput anakku “ kilahku karena aku tahu berbohong itu boleh demi kebaikan, karena kurasa tak ada manfaatnya untukku berlama lama berbincang dengannya
“ ok makasih ya sya .. assalamu’alaikum “
“ wa’alaikum salam “
Beberapa detik percakapan itu membutatku meng’kilas balik” masa laluku .. dan kusadari kalau aku adalah gadis yang galak,egois, dan “jaim” julukan temanku
Sungguh semua itu kebanggaanku kini karena aku bisa menjaga diri dan itu adalah buah dari didikan bapa dan ibu .. terima kasihku yang tak terhingga untuk mereka dan semoga mereka selalu diberkahi Allah
Semoga aku dapat mendidik anakku dengan lebih baik dan benar …
Aku berani juga menampar seorang laki laki hanya karena dia berusaha memegang tanganku dan menciumnya .. Alhamdulillah .. memang laki laki seperti harus diberi pelajaran, ada kebanggaan yang menyelinap dalam batinku ..
Dan akupun teringat seorang kakak kelasku yang mencoba mendekatiku dan saat itu dia pun bertandang kerumah kami pun terlibat dalam percakapan, kebetulan keluarga kami berkumpul secara otomatis kondisi ramai hingga suaraku tak terdengar olehnya dia pun mencoba lebih mendekat, maksudnya biar suaraku jelas terdengar olehnya, kebetulan saat itu salah satu kakak laki lakiku melihatnya dan sejak saat itu kakak mengutarakan keberatannya bila aku berteman dengannya, padahal kakak kelasku tak pernah berbuat yang tidak tidak justru karena itulah aku mau berteman dengannya kasihan juga dia … segitu disiplin dan protektifnya keluargaku dan kucoba jelaskan namun sia-sia … saya pun mundur teratur karena keluarga segalanya untukku
Selepas sma aku melanjutkan sekolah dan bekerja di kota Bandung hingga satu hari mempertemukanku pada seseorang dalam satu acara yang diadakan satu kelompok pengajian ..
Singkat kata jadilah kami sepasang suami istri .. Alhamdulillah sekarang kami telah dikaruniai 3 orang putri yang cantik dan lucu lucu
“I’m a mother of three kids, and I’m proud of it”
Alhamdulillah suamiku dewasa dan bertanggung jawab , berjuta kebaikan yang selalu memenuhi hari hariku dan selalu tertulis indah dalam lubuk hati ini, meski memang dia bukan seorang yang romantis tapi dia mampu memikatku begitu dalam …
Dia membebaskanku berpendapat, dia membiarkanku menjadi diri sendiri ..
Dia menghargaiku layaknya dia menghargai ibunya sendiri
Dia menempatkanku pada prioritasnya setelah Allah
Dia selallu memberikan yang terbaik untukku
Dia selalu ada buatku
Dia sosok ayah yang baik
Dia sosok teman yang baik
Dia yang selalu mendengarkan
Dia yang tak pernah berkata dengan nada tinggi
Dia tak pernah mengasariku walau hanya dengan satu kata
Semua ku syukuri dengan dalam .. keluarga kecil yang bahagia sesuai dengan harapanku
Kujalani dengan penuh nikmat ..
Aku tal sanggup berpisah dengannya walau sedetikpun, gumamku
Satu hari yang membuatku tersadar bahwa semua ini adalah titipan Illahi, saat kubaca buku “Catatan hati seorang istri” yang ditulis seorang yang sangat aku kagumi “ Asma Nadia” Sampai pada hal 147 yang diberi judul 2X24 jam tentang kisah nyata seorang istri yang ditinggal suami karena sebuah kecelakaan motor dan meninggalkan 3 orang anak yang masih kecil ….
seketika batinku berucap “Naudzubillah … lindungi suamiku, selamatkan dia, panjangkan umurnya, barakahkan hidupnya ya Allah” tak terasa air mataku menetes deras .. naluriku sebagai istri tergerak dan dadaku terasa sesak …
Aku termenung cukup lama dan aku membayangkan seandainya saya ada di posisi mba inge (tokoh cerita) sanggupkah????????”
Kita tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari
Dan kita tak bisa menentang qada dan qadarnya
Aku hanya bisa ber’husnudzon’ padaMu
Engkau tidak tidur dalam menjaga umatnya
Engkau selalu berbuat yang terbaik untuk umatnya
Aku pasrahkan segalanya padaMu
Semoga Engkau melindungi semua orang yang kusayangi
Allah maha sempurna dan tak akan ada satupun mahluk yang disia-siakan Nya
Allah aku berlindung padaMu dari segala musibah dan masalah
Allah maha pengatur yang sangat sempurna
Semoga mbak inge selalu dirahmatiNya, amin
Tangisku tertahan setelah kudengar 2 putri kecilku mengucap salam saat mereka pulang sekolah ….
====== Jati asih, September’09’, Syaqilla======
Hehehehhhhee terus terang ini cerita yang bikin aku ngiri luar dalam dan juga haru ( ampir nyurucud), terutama 3 paragraf awal..,secara aku belum berkeluarga dan mendambakan suasana tersebut…salut buat bunda…dan tolong sampaikan salam saya buat Kang Masnya berserta anak-anak yang cantik itu…duh kapan yah simkuring kayak gitu hahaahahha…eeh ada juga cerita lucunya, pernah ngagaplok cowok kitu..?!!!?? Seeyeeem atuh
Menuru aku cerita ini komplit,senang,sedih,marah semuanya ada kalau bisa ditengah ditambah satu atau dua paragraph lagi untuk lebih mempertajam alur ceritanya..begitu bunda..:-)