Skip to content

Saat Kau Terlelap

July 8, 2011

Ketika malam semakin larut
Saat udara dingin menyusup di kulit
Kutatap wajah-wajah polos saat mereka tidur
Tubuh rebah nafas teratur
Sepertinya raga sedang menata kembali
Setelah seharian engkau bermain

Nak, ayah berharap
Mimpimu indah malam ini
Mimpi yang melekat di anganmu
Dan engkau tak lupa esok pagi

Nak, ayah berharap
Esok engkau bangun pagi
Dengan raga yang penuh energi
Dengan keceriaan hati dan kejernihan pikir

Tidurlah anakku!!

Masa Kecil

May 1, 2011

Ketika problematika kehidupan yang cuku berat, terkadang aku teringat masa kecilku dulu. Aku coba mengenang kembali masa-masa dimana tanggung jawab yang tak begitu besar, mas dimana kegembiraan dan keceriaan lebih sering hadir, masa dimana orang tua lebih banyak mengambil peran untuk mempersiapkan dan mengarahkan langkah.

Saat ini, aku harus mengambil peran yang pernah dilakukan orang tuaku dahulu. Aku harus mempersiapkan dan mengarahkan langkah anak-anakku seoptimal mungkin agar lebih siap menghadapi kehidupan mereka nantinya.

Kami mencoba menyertakan mereka dalam berbagai kegiatan yang menurut kami positif. Hari ini, minggu 1 Mei 2011, kami menyertai anak kedua kami, Regita ikut kegiatan semacam outbound dan simulasi. Dimana konsentrasi dan kerjasama dilatih dalam simulasi dan permainan yang adam Powered by Telkomsel BlackBerry®

Nikmatnya Bersilaturahmi

April 26, 2011

Hari Minggu Tanggal 10 April 2011, saya mendapat undangan dari rekan-rekan komunitas Paguyuban Perantau Purbalingga (Papeling). Pagi itu sebelum berangkat ke lokasi pertemuan, saya sempatkan diri untuk olah raga kecil-kecilan,Tenis Meja, yang kebetulan dilakukan di dekat rumah. Nikmatnya bersosialisasi dengan tetangga, bisa saling share informasi dan ilmu pengetahuan di luar bidang yang aku geluti. Mulai dari olah raga sampai hal-hal yang berbau politik.

Sekitar 1 jam saya bersosialisasi sambil berolahraga dengan tetangga. Sekitar jam 10 hanphoneku berbunyi, kulihat penelponnya dan kuangkat. Suara seorang teman yang tak asing lagi bagi telingaku, Kang Ali. Dia sudah jalan dari rumahnya bersama teman-teman sedaerah yang tinggal di Bekasi. Kami pun akhirnya janjian di suatu tempat, di rest area antara cibubur dan taman mini. Saya ajak serta keluargaku, anak dan istriku, ke lokasi pertemuan warga paguyuban perantau Purbalingga (PAPELING). Bismillah, saya dan keluargaku berangkat dari rumah dengan niat silaturahmi dengan teman-teman warga paguyuban perantau Purbalingga. Jalur yang kami lewati dari rumah, menuju pintu tol jatiasih ke arah Pondok Indah, kemudian masuk tol Jagorawi. Di rest area antara cibubur TMII kami bertemu dengan Kang Ali, Kang Gatot & Kang Nano dari korwil Bekasi. Kami bersalaman dan bertegur sapa, dan kemudian kami berjalan menuju lokasi di rumah Mba Qori di daerah Cibinong.

Setelah keluar Pintu Tol Sentul, dan menyusuri jalan-jalan di depok, kami pun sampai di lokasi. Banyak teman-teman yang selama ini belum pernah aku kenal sebelumnya menyambut kedatangan kami. Rasa kedaerahan, rasa senasib, dan rasa persaudaraan membuat kami saling bertegur sapa seolah-olah sudah mengenal sudah lama. Sebelumnya kami berkomunikasi hanya dengan menggunakan media facebook, dan belum pernah bertatap muka sebelumnya. Sambutan yang dilanjutkan dengan obrolan seputar daerah, dan juga obrolan formal tentang paguyuban yang sedang di rancang dengan tujuan untuk mempererat tali silaturahmi pun menjadi pembahasan utama. Aku senang melihat kekompakan dan persaudaraan yang terjalin antara sesama warga. Sungguh nikmat yang luar biasa saat kita bisa saling silaturahmi. Saat rehat, obrolanpun menjadi lebih intens lagi. Kami bicarakan daerah masing-masing dan saling mempertanyakan sanak family atau teman yang tinggal di daerah lain.

Sebelum acara selesai, saya pamit terlebih dahulu. Saya minta maaf ke teman-teman yang ada di pertemuan, karena tidak bisa mengikuti acara sampai akhir dikarenakan anak saya sudah mulai merengek. Akhirnya perjalananku dilanjutkan ke Bojong Gede, tempat dimana kakak sepupuku tinggal. Kebetulan sudah lama kami nggak saling bertemu, kalo tidak salah sudah hampir 5 tahun lebih. Ketika sampai di rumah kakak sepupuku, kami betul-betul merasakan tumpahnya rasa rindu. Obrolan kami pun tak terbendung, terus mengalir seperti air. Kakak sepupuku menjamu keluargaku dengan baik, sampai sekitar jam 5 sore, saatnya kami berpamitan dan pulang ke rumah kami di Bekasi.

Pelajaran Dari seorang Pengasuh

June 11, 2010

Seperti biasa pagi hari kuantar anakku sekolah. Ini hari kelima dia masuk sekolah, anakku masih minta ditemani karena masih merasa asing dengan lingkungannya. Aku menunggunya diluar kelas dan kuhabiskan waktu 2 jam itu, untuk membaca walau hanya sekedar cerpen atau novel islami.
Satu hari berikutnya aku lupa membawa buku. Tak ada yang dapat kulakukan saat itu, aku hanya bisa terduduk dan diam. Kulihat sekitarku begitu banyak teman ibu-ibu lain yang juga menunggui anaknya, ada yang sedang bercakap satu sama lain, ada juga yang menawarkan barang-barang. Sepertinya ibu itu mendapat respon cukup baik dari teman-teman lainnya, ada juga para pengasuh yang sibuk bercakap melalui telepon genggamnya, sambil mondar mandir tanpa memperhatikan anak yang sedang diasuhnya, kunikmati pemandangan itu, hingga pandanganku tertahan pada seorang ibu yang dengan telaten menunggu anaknya di depan kelas sepertinya dia mencemaskannya, kemudian bu guru keluar mencari ibu itu, ternyata anaknya mimisan. Diapun segera masuk kelas dan kulihat betapa sigapnya ibu itu, dia bersihkan semua darah yang mengalir dari hidung anaknya, dia panik tapi dia bisa mengendalikan situasi. Sesaat kemudian Bu guru menyarankan agar anak itu dibawa pulang saja, tapi anak itu belum mau pulang, dan akhirnya dia menemani anaknya di dalam kelas dengan penuh kasih sayang, bel jam pulangpun berbunyi dengan segera kuraih tangan anakku yang berlari menghampiriku, dia menciumi tanganku “ bunda hari ini aku dapat stiker fantastis dari bu guru, ini stikernya bun, sambil menunjukan bagian belakang tangan kanannya” sahutnya, “ wah hebat anak bunda ini “ sahutku sambil memakaikan sepatu dan bergegas pulang, kusiapkan motorku dan kubonceng anakku, sampai pada jarak yang tidak terlalu jauh aku bertemu dengan ibu yang tadi dia sedang mengayuh sepedanya bersama anaknya dibelakang dan aku menyapanya “duluan ya bu” dia pun tersenyum sambil menganggukkan kepala. Sementara di sepanjang perjalanan anakku cerita tentang teman-temannya dan bernyanyi.
Keesokan harinya seperti biasa aku menunggui anakku, ibu yang kemarin menyita perhatianku duduk tepat disebelahku, Alhamdulillah ini kesempatanku mengajaknya berbincang …
“ anaknya sudah sembuh bu ? “ aku membuka kebisuan
“ oh .. sudah bu, tapi nyuwun sewo bu, saya bukan ibunya .. saya hanya pengasuhnya dari sejak dia lahir “ sahutnya tersipu malu “ jadi panggil saja saya mbak ya bu hehe biar saya ga malu” sahutnya lagi
“ oh ya .. maaf lho mbak ta pikir sampeyan ibu’e soalnya keliatan sayang banget sama cinta “ kusebut nama anak itu yang tadinya aku panggil ‘anaknya’
“ iya bu saya sangat sayang sama cinta melihat dia tidak mendapat kasih sayang penuh dari ibunya, saya jadi iba, ibunya seorang wanita karier yang sangat sibuk, pulang kerjapun masih dihabiskannya di depan computer dengan menutup telinganya dengan headset dan mengetik sambil bernyanyi, apalagi sekarang dia kuliah lagi, tambah sibuk lagi, dia pergi sebelum cinta bangun dan pulang setelah cinta tidur, saya tak melihat ada rasa bersalah di dalam dirinya untuk cinta. Cinta sudah saya rawat sejak dia berumur dua hari bu, tanpa pernah menikmati asi, saat dia tidur saya juga yang ngelonin, ya sampai sekarang lho bu! Saya juga yang menemaninya bermain, mengerjakan PR pokoknya semuanya bu…. Saya mengasuhnya sdh hampir 5 tahun tapi saya merasakan nikmat hingga saya tak bisa berlama-lama jauh dengannya, pernah suatu saat saya pulang kampung dia sakit panas dan sayapun merasa gak enak dan serasa ada yang hilang, sayapun merasa sedih waktu itu, sampai akhirnya saya memutuskan untuk kembali kesini ternyata benar bu, ketika saya datang, cinta sedang sakit panas, diapun memelukku dan menangis sambil berkata ‘mbak jangan pergi lagi ya!’ Katanya, saat itu saya terharu dan saya merasa bersalah padanya dan kamipun menagis, seketika itu suhu badannya turun bu “ dia menceritakan semuanya dengan mata berkaca kaca. “Sejak saat itu saya tak pernah meninggalkannya lagi, walaupun untuk lebaran sekalipun pasti saya ikut mereka bu, kebetulan kampung bapaknya cinta tak terlalu jauh dari kampung saya, jadi saya masih bisa mondar mandir silaturahmi sambil mengajak cinta bersama” katanya lagi
Saat itu aku hanya bisa diam terpaku … percakapan kami berakhir setelah jam pulang berbunyi …

Sesaat setelah aku sampai di rumah dan melepas lelah akupun teringat kembali percakapan tadi, ada satu rasa yang bercampur dalam pikirku …
Waw dia seorang pengasuh yang baik, dia bisa mengasuh anak orang lain dengan setulus itu dan menganggapnya seperti anaknya sendiri, dia pasti mendapat pahala lebih besar dariku … membesarkan dan mendidik anak sendiri dengan baik itu, pahalanya sudah besar, apalagi membesarkan dan mendidik anak orang lain yah ????

Kenapa seorang ibu bisa menganggap kalau urusan karier itu lebih penting daripada anaknya?
Apa yang dicari oleh ibu itu?
Kenapa ikatan batin seorang anak dan ibu bisa tergantikan ?
Apakah anak itu menganggap keberadaan mbaknya lebih penting daripada keberadaan ibunya ?
Sayangkah anak itu terhadap ibunya kelak ?
Wallahualam …
Ih jadi merinding …

Alhamdulillah aku dapat pelajaran dari pengasuh itu …

Aku harus mendidik anakku dengan lebih baik lagi, lebih dari mbak pengasuh itu, menemani dan mengajarkan banyak hal dengan ikhlas dengan tanganku sendiri, karena aku percaya bahwa mendidik anak dengan tangan orang tuanya, pasti akan lebih baik hasilnya, dibanding dengan hasil didikan orang lain ….

Alhamdulillah aku bisa mendidik dan menemani anakku dengan tangan ku sendiri, bahkan aku nyaris tak pernah meminta tolong orang lain untuk urusan itu, walaupun kondisiku sebagai ibu dari 3 orang anak yang jarak usianya relatif dekat dan terkadang merasa repot, tapi alhamdulillah semua bisa teratasi …
Terima kasih Ya Allah aku telah mendapat kesempatan yang sangat nikmat ini ….
Alhamdulillah …

Jatiasih, 12 juli 2009

bunda

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.